Harga Kursi dari Kayu Jati Ini Dipatok Hingga Rp 275 Juta

Harga Kursi dari Kayu Jati Ini Dipatok Hingga Rp 275 Juta

Jakarta – Ada pameran Furniture and Mozaik Indonesia akhir pekan ini di JCC, Senayan, Jakarta Selatan. Aneka mebel ditampilkan di acara ini.Artura Insanindo juga memamerkan hasil kerajinannya di acara pameran Funiture Indonesia and Mozaik Indonesia.Yang dipamerkan oleh konsultan mebel dan produsen furniture asal Jakarta ini adalah bangku yang terbuat dari kayu jati asli tanpa tambahan atau campuran apapun. Mebel ini dijual seharga Rp 275 juta dengan sebuah patung fiber karya pematung terkenal Indonesia, Dolorosa Sinaga Jual Bibit Jati.

“Kita memang sering kolaborasi dengan seniman-seniman. Kali ini dengan Dolorosa. Sebelumnya-sebelumnya kita pernah sama Hanafi pelukis, dan pematung lainnya.” ujar Shelda Alni, Marketing Communication Artura Insanindo kepada detikFinance, Sabtu (12/3/2016).”Kayunya ini natural jati. Tidak diapa-apain. Dari bentuknya juga keliatan lah ya benar-benar kayu dari pohon jati asli. Paling cuma di bagian kakinya saja yang dirapikan sedikit supaya berdirinya stabil dan bisa menahan beban,” jelasnya.

Bangku jati yang diberi namaAkarsaka tersebut merupakan produk terbaru dariArtura.Akarsaka sendiri diambil dari bahasaSansekerta yang memiliki arti cantik, pintar, dan menarik. MelaluiAkarsaka inilahpendesainnya ingin menyampaikan makna dan identitas tersebut.Shelda menambahkan bangku Akarsaka ini merupakan produk furniture paling mahal yang pernah dipamerkan di Jakarta.

Dibentuk sejak tahun 1992, hingga saat ini Artura sudah memasarkan kerajinan mebelnya yang tidak hanya terbuat dari kayu, tetapi juga bahan fiber, rotan, hingga stainless. Satu lagi kerajinan Artura yang paling unik yaitu kursi besar dan tinggi berbahan dasar murni stainless.”Keunikannya adalah kursi tersebut memiliki berat 80 kg, sandarannya juga tinggi sekali. Terus benar-benar pure dari stainless dan tidak ada ornamen lainnya. Dan bentuknya juga rada aneh, melengkung-melengkung begitu. Itu dijual seharga Rp 25 juta,” katanya.

Kursi stainless tersebut merupakan permintaan pesanan dari luar negeri, Singapura.”Sebenarnya Artura ini kan interior design consultant tetapi kita juga sering memenuhi permintaan dari luar untuk request furnitur-furnitur unik. Kita sejauh ini lebih sering ekspor ke Singapura dan Malaysia,” ujar Shelda.

“Sebenarnya yang kita utamakan itu untuk komersialnya seperti cafe, villa, hotel, office, residential di Jakarta, Bandung, Bali, Manado, bahkan sampai Ambon Maluku juga banyak yang meminta kita melakukan pembangunan untuk mendesainnya,” ujarnya.Shelda menambahkan, kayu jati Akarsaka didapat ketika workshop kayu mebel di Bali, tapi kayu jati tersebut sebenarnya dari Jawa Timur.Kebanyakan kayu memang didapatkan dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Biasanya kayu didapatkan dari pemasok kayu di sana.